Sunday, July 12, 2015

Penyamaan mengakibatkan perpecahaan



Gak tahu kalau dengan kalian, tapi baru saja nemuin pencerahan yang secara konsep adalah mendasar sekali secara kemanusiaan.

Selama ini terlihat di belahan dunia lain maupun di Indonesia banyak terjadi konflik baik lintas negara ataupun dalam satu negara.

Apakah dasar terjadi nya konflik konflik tersebut? Perbedaan? ya betul perbedaan adalah dasarnya, lalu yang mengakibatkan konflik adalah saat seseorang atau sekelompok orang BERUSAHA MENYAMAKAN atau lebih tepat nya MEMAKSAKAN semua hal harus sama dibawah sebuah ide/paham/ideologi/cara.

Maksud dari berusaha menyamakan dapat dianalogikan sebagai berikut :

Ada dua orang manusia yang sedang berjalan bersama. Salah seorang memiliki postur tinggi 180 cm dan seorang lain nya pendek 155 cm. Mereka melakukan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 200 km tanpa membawa bekal makan maupun minum.

Tiba saat nya mereka merasa haus dan lapar sehingga harus mencari tempat untuk beristirahat dan memenuhi kebutuhan makan dan minum.

Mereka terus berjalan sampai menemukan sungai dan ada pohon mangga di sekitar sungai tersebut.

Kedua nya mendekat lalu mengambil air sungai untuk diminum secara bersamaan, saat melepas dahaga dan lega karena sudah mendapatkan
air tiba-tiba si pendek melihat bahwa si tinggi sedang makan mangga, tentu saja karena si tinggi dapat mengambil mangga itu dengan mudah nya
lalu si pendek marah - marah dan mengatakan bahwa si tinggi harus senasib dengan dia kalau masih ingin berjalan bersama.

Saat si pendek lapar dan tidak mampu mengambil mangga maka si tinggi juga harus tidak boleh mengambil mangga tersebut, lalu terjadi lah
konflik karena ada nya perbedaan tersebut. 

Bukankah apabila si pendek dengan rendah hati memohon kepada si tinggi untuk mengambilkan mangga tersebut konflik dapat di hindarkan atau apabila si tinggi menawarkan dengan sukarela untuk berbagi mangga tersebut maka keadaan akan lebih damai.

Nah hal-hal seperti analogi diatas sering terjadi di masyarakat, baik yang merasa benar sendiri dan meminta orang lain melakukan hal yang
sama dengan yang dianggap benar tersebut atau malah hal yang salah lalu semua orang juga harus ikut berbuat salah kalau tidak akan
di bully/di perlakukan sewenang-wenang.

Padahal yang maha kuasa sendiri menciptakan manusia berbeda-beda secara sidik jari (kalau dari fisik masih mungkin sama), harimau pun
diciptakan memiliki loreng yang berbeda di setiap individunya, begitu pula dengan zebra.

Bahkan manusia tidak bisa dilahirkan semua sama di keluarga kaya, keluarga miskin, keturunan jawa, keturunan arab, keturunan cina,
keturunan papua, keturunan india, dll. 

Semua nya diciptakan berbeda. 
Perbedaan itu yang membuat keindahan.

Hidup itu indah kalau kita dapat memberdayakan perbedaan itu menjadi sebuah kesatuan bukan berusaha menyamakan yang berbeda-beda menjadi sebuah kesamaan.

Perbedaan harus disikapi dengan bijaksana bukan untuk dileburkan menjadi sebuah kesamaan namun di dalam kesamaan itu muncul gejolak untuk
tetap berbeda dan mengakibatkan terpendamnya bom waktu yang siap meledak sewaktu-waktu

0 comments: