Tuesday, December 10, 2013

Kedewasaan Dalam Social Media

Sabtu kemarin saat berada di polres bantul untuk perpanjangan sim iseng2 buka facebook dan ternyata disana ada posting youtube yang di share.

Posting tersebut tentang seorang oknum bersorban yang ditilang oleh polisi karena tidak membawa kelengkapan tetapi menolak untuk ditilang.
Bahkan mengeluarkan ancaman akan mengebom.

Ini saya postingkan di sebuah komunitas di Google+.
Setelah beberapa saat ada yang mengomentari content tersebut dan mengatakan : "apa ini apakah ada hubungan nya dengan SARA"
Kemudian saya reply comment nya : "Intinya tidak semua siapapun itu entah presiden, kapolres, pimpinan ormas, apapun jabatan nya tanpa pandang bulu harus di tindak kalau melanggar".
Di reply kembali :"betul tapi kok judul nya seperti itu....".
Saya reply ulang : "Lha saya itu cuma reshare dari youtube, kalau mau komplain ya ke youtube nya donk"
Sampai disini saya melihat bahwa terkadang orang berusaha mengomentari sebuah posting tidak tahu atau tidak sadar atau tidak mau tahu sumber berita nya.

Mereka menganggap bahwa semua postingan itu berasal dari yang posting.
Terlihat masih dibutuhkan kedewasaan dan pembelajaran dalam bersocial media.

Alangkah baiknya dilihat sumber berita yang di share apakah dari yang bersangkutan atau bukan.
Lalu apakah memang SARA, dalam hal ini (posting youtube yang saya reshare tersebut) 2 hari kemudian ternyata apa yang share masuk di berita TV ONE. Lalu apakah TV ONE juga diskriminatif?

Tuesday, December 3, 2013

Minggu Ke-4 November

Minggu ini diawali dengan sebuah kejadian konyol ketika dompet hilang di minggu pagi. Selama seharian dicari tidak ada, bahkan sampai ke penjual susu yang semalem di datangin tapi ternyata hanya buka malam hari sehingga tidak bisa di konfirmasi apakah jatuh di warung atau tidak.
Seharian urus surat kehilangan, tapi sudah diikhlaskan.

Sore nya sepulang dari ke Hypermart baru yang masih bau serbuk semen dan terkesan dipaksakan buka dan setelah ambik bakpia kurnia sari mampir lagi ke warung susu yg kemarin sabtu. Ternyata feeling ku bener bener bekerja...ketinggalan di meja pengunjung ternyata. 
Sudah terlajur blokir atm dan kartu kredit....ya sudahlah

Senin berhubung sudah ijin untuk mengurus kehilangan ya sudah sekalian saja buka blokir atm di bca dan bri.
BCA Katamso over load karena BCA Ahmad Dahlan koneksi intrernet nya mati akhir nya ke KCU Sudirman dengan harapan proses nya lebih cepat karena jumlah CSO banyak.

Datang ke lokasi sudah sampai no urut 60 dan dapat no urut 73 (11:30).
Tungguin 10 menit...15 menit ... 20 menit .. masih ngelayanolin nasabah yang sama juga.
12:00 CSO datang satu lagi, bisa tambah cepet nih. Eh ternyata CSO yg tadi nya ngelayanin istirahat....cape deh ...

Detik demi detik menit demi menit akhir saat waktu menunjukan pukul 13:40 terdengar panggilan : "No urut 73 ke Meja 8". 
5 menit buka blokir selesai dan tetap menggunakan atm lama.
Selanjut nya bergerak ke BRI yg searah pulang di Katamso depan SMP Marsudirini. 
Disini sepi banget,  begitu ambil nomor urut langsung dipanggil lalu bayar 10.000 untuk ganti kartu atm (beda bank beda kebijakan). 15 menit kelar.

Akhir nya hanya tinggal menunggu datang nya kartu kredit baru karena ternyata blokir nya bersifat permanen.

Besok nya sampai di kantor ternyata ada hal tidak terduga, banyak siswa SMK Informatika dari Medan yg melakukan "study banding" dadakan ke kantor. 11:30 sampai langsung maju di depan forum dikenalin ke mereka sebagai programmer yg berangkat siang tapi kalau malem di ajak diskusi by phone jam 02:00 pagi.

Sesudah selesai pertemuan yg "dilematis" kebetulan juga sudah ada janji dengan pemilik kia visto yg ada dkt kantor, kenapa mau lihat visto? karena memang semenjak test drive Wagon-R dan ternyata harga nya masih ketinggan maka usaha lain cari mobil bekas yang terjangkau.


Lihat ke lokasi ternyata cat mobil nya sudah mengalami pelapisan ulang. Dengan harga yg agak mahal akhir nya mundur dan beralih ke visto dengan harga sama tapi cat masih asli.


Belum ngerjain apapun langsung diajak makan siang oleh BIG BOSS, ngobrol-ngobrol tentang mobil dan kekurangan DP eh malah ditawarin "subsidi" DP kalau mau, pikir ku : "rejeki" nih tapi karena memang awalnya mau beralih ke second Visto akhir nya ngomong : "Nanti dulu pak, dipastiin dulu jadi second atau baru".
Paling tidak sudah ada rencana cadangan kalau jadi beli mobil baru. 

Dua hari kemudian saat di pagi hari akan datang ke tempat yang jual Visto second tersebut, ternyata sudah laku ...... ada penyesalan tapi paling tidak itu pertanda harus beli mobil yang baru (menghibur yang cukup mahal)

Hopeful Week 

Thursday, April 18, 2013

Menjadi Sistem Analis Tidak Semudah Memasarkan Produk

Sebagai seorang programmer ada kalanya suatu saat membutuhkan partner yang nama nya MARKETING.

Programmer yang biasanya mengubah kopi menjadi baris binary dengan adanya mereka tidak membutuhkan wakru untuk memikirkan bagaimana memasarkan produk hasil pemikiran nya tersebut.

Kebetulan saya menemukan marketing alat-alat teknologi informasi yang handal. Kebetulan dia adalah eks detailer obat dari salah pbf besar di Indonesia dsn kebetulan nya lagi dulu kala pernah kuliah di satu perguruan tinggi yang sama juga.

Karena motivasi tertentu yang sangat kuat untuk kembali ke dunia IT dia berusaha belajar menjadi sistem analis. Ingin mengawali dari proyek proyek kecil.

Ngeliat motivasi yang besar okelah akhirnya join. Seiring berjalannya waktu proyek proyek terus dicari, tapi entah mengapa tiba tiba seakan motivasi awal tadi berubah.

Perubahan nya terletak saat ada proyek lain yang membutuhkan software tapi kita belum punya lalu diminta untuk download saja lalu kemudian diubah sedikit lalu dijual lagi.

Pertanyaan nya, dimana letaknya belajar menjadi sistem analis kalau cuma copy-edit-paste, dimana saya pribadi justru mendapatkan keuntungan bisa mempelajari software orang sekaligus copy database nya.
Namun sekali lagi ini bukan saya tapi ke teman saya tersebut yang pengin jadi sistem analis.

Sistem yang ingin di copy-edit-paste memang sebuah sistem yang harganya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta. Atau kah motivasi berubah karena ada faktor finansial yang harus dipenuhi dala, waktu dekat?

Semua yang instan itu berisiko, begitu juga dengan sistem yang akan di jual. Kalau sistem tersebut merupakan hasil pemikiran orang lain tingkat kesulitan yang harus dihadapi adalah memahami pola pikir orang lain yang sangat tidak mudah.

Menjadi seorang analis sistem dibutuhkan kemampuan selain bakat juga dibutuhkan jam terbang. Tidak mungkin seorang yang tidak pernah atau jarang menganalisis atau minimal membuat program bisa menganalisis alur sistem dengan baik. Kecuali atasan saya yang logika berpikirnya luar biasa dan dapat berpikir beberapa langkah kedepan.

Sehingga tidak mungkin setelah 10 tahun hampir tidak pernah coding lalu ada proyek dari luar negeri yang mengharuskan kemampuan menganalisis alur sebuah calon sistem menjadi sebuah sistem.

Monday, March 11, 2013

Sinetron Sangat Mempengaruhi Tingkah Laku Anak

bhokalor2010.blogspot.com
Hari minggu kemarin kebetulan di ajak teman lama jalan-jalan dengan tema "CURHAT", kebetulan yang di curhatin istri. Sekalian bawa anak-anak (anak teman dan anak sendiri) main-main ke #Ambarrukmo Plaza #yogyakarta.

Disana mulai dari atas tempat mainan anak-anak sampai makan di Quali.

Kebetulan belum pernah makan di Quali (maklum jarang keluar-keluar, cuma di depan laptop terus) jadi bisa lihat menu dan "kolom sebelah kanan".

Beberapa saat kemudian saat beli donat di J-Co ada adegan yang mungkin gak asing lagi. Kalau sutradara nulis jadi nya gini : 
  • Sepasang adik kakak perempuan berdiri di belakang pintu keluar Ambarrukmo Plaza sebelah kasir J-Co
  • Adik ingin keluar dari Ambarrukmo Plaza tapi sang kakak tidak setuju
  • Sang kakak memaksa adiknya tetap tinggal di dalam Ambarrukmo Plaza karena tetap tidak mau maka sang kakak menarik leher dan menampar pipi sang Adik
bisa bayangkan adegan nya seperti apa kan? Persis seperti sinetron anak yang teraniaya.

Saya yakin sekali kalau anak itu sendiri pasti rajin nonton sinetron dan tidak melewatkan satu pun adegan yang menunjukan tindakan seperti tersebut. 

Hal ini sudah merupakan tanda bahaya bagaimana anak-anak dapat menyerap tingkah laku yang dia lihat setiap hari. Jadi berhati-hatilah dalam memberikan tontonan buat anak-anak kita.

Saturday, January 19, 2013

Lokasi ATM BCA Yogyakarta

Sunday, January 6, 2013

Impianmu Belum Tentu Impian Orang Lain

Bayangkan kamu bermimpi menjadi seorang yang kaya dan punya rumah 100m2 plus mobil minimal suzuki estillo.
Saat menyampaikan itu ke orang-orang yang kamu kira peduli denganmu dengan nada yang berapi-api bahkan dengan setiap perencanaan yang sudah detail termasuk detail resiko yang akan didapat, hanya ada dua yang akan terdengar jawaban nya.
1. Bagus, ayo diperjuangkan
2. Hari gini ngimpi

Berapa banyak kemungkinan yang akan kamu dapat secara persentase? Lebih dari 51% akan menjawab dengan opsi kedua.

Itu juga yang dialami akhir akhir ini.
Pengen pindah ke rumah yang lebih besar 10m2 dengan luas tanah yang juga lebih 10m2 tapi harga yang tertera di brosur berkesan tidak memungkinkan.

Tahu apa jawaban yang diterima? "Mahal, mendingan benerin rumah saja yang sekarang. Jauh lebih murah","Beli mobil dulu aja baru cari rumah baru"

Kedua jawaban itu merepresentasikan opsi kedua diatas.
Dengan keterbatasan seseorang dia bisa menghakimi bahwa dirinya tidak mampu.
Dengan hal tersebut sebetulnya identik dengan memberikan sugesti bahwa dia tidak mampu.

Saya pribadi tidak peduli dengan jawaban mereka yang bernada negatif.
Sampai sekarang masih yakin bisa dapat uang DP dan bea taksasi jual beli rumah dengan total kurang 100juta dalam waktu 3 bulan.

Optimisme untuk masa depan harus tetap dibangun bahkan dalam kondisi yang tidak memugkinkan sama sekali di saat sekarang.

Mimpimu mungkin juga impian semua orang tapi belum tentu orang tersebut mau berjuang untuk mewujudkan mimpi bersama dengan segala penderitaan yang harus ditanggung, percikan darah yang tertetes dan peluh keringat yang mengucur deras.

Terwujud nya mimpi seseorang tidak tergantung orang lain tapi semua nya tergantung diri sendiri dan fokus yang tetap terjaga dari waktu ke waktu.